Pages

Minggu, 25 November 2012

Korean's Movie Recomended

Mungkin saat ini tengah hingar bingarnya nuansa Korea, yang anehnya sekaligus menguburkan pesona Jepang (entah percaya atau tidak, sekarang hingar bingar harajuku seperti meredup). Dari boysband, girlsband, serial drama, atau variety shows. 

Disini bukan berarti lalu saya ikut - ikutan latah media, tapi saya memang ingin membeberkan beberapa film - film dari Korea yang kualitas nya hampir menyamai film sekelas Oscar, sekali lagi percaya atau tidak, sekarang sinema Korea pun hampir menginvasi khalayak Hollywood. Tak jarang beberapa film nya sudah dibeli lisensinya dan akan di buat ulang oleh beberapa studio besar di Hollywood. Film - film yang masuk dalam kategori ini adalah film neo wave atau film aliran baru. Yang dimulai dari Kang Je Gyu yang menggarap film Shiri. Dari film itu banyak sineas - sineas muda Korea yang menunjukkan tajinya dalam membuat film yang diluar nalar dan benar - benar mendobrak dunia sinema.
Beberapa film ini adalah film - film yang direkomendasikan untuk anda para pemerhati film atau pecinta film (entah itu sejati atau mainstream), baik karena akan dibuat ulang atau memang sejatinya film ini adalah LUAR BIASA.

Oldboy (Oldeuboi) - 2003


Sutradara : Park Chan Wook

Pemain : Choi Min Sik, Yu Ji Tae, Kang Hye Jeong.


Plot : Seorang pria tanpa sebab diculik selama 15 tahun dan dikeluarkan dengan syarat untuk mencari tahu sebabnya dalam lima hari.

Kenapa direkomendasikan? Karena film ini membuat kejutan besardi festival film Cannes bahkan mendapat pujian khusus dari Quentin Tarantino. Selain itu ide cerita yang ekstrim dan memberikan ending yang sangat tak terdug membuat anda akan benar - benar merasa dipermainkan oleh sang penulis cerita film ini.

Momen : Ketika Oh Dae Su (Choi Min Sik) dikeroyok di lorong, sang sineas memberikan tekhnik kamera baru yang banyak ditiru bahkan oleh sineas Hollywood sekalipun.

Remake = Film ini terbilang rame dalam simpang siur pembuatan, ketika awalnya Steven Spielberg turun andil bersama Will Smith, tapi mereka mengundurkan diri. Dan memilih Spike Lee sebagai sang sineas dengan Josh Brolin.

The Chaser (Chugyeogja) - 2008



Sutradara : Na Hong Jin

Pemain : Kim Yun Seok, Ha Jung Woo, Seo Yeong Hie.


Plot : Seorang detektif yang karena suatu skandal keluar dan menjadi mucikari, tengah mengalami ekonomi sulit. Para wanita nya pun mendadak hilang. Hingga akhirnya ia bertemu seorang pelanggan yang menuntunnya ke sebuah pengejaran misteri, jawaban dan dosa.

Kenapa direkomendasikan? Ini adalah debut dari sang sineas. Cerita yang begitu kuat, dari drama, aksi dan eksekusi endingnya. Anda akan merasa kesal dengan pengembangan alur cerita karena memang benang merah di film ini begitu banyak kejutan. Begitu juga score yang tepat membangkitkan atmosfir penuh ketegangan.

Momen: Ketika adegan pengejaran pertama, sang aktor benar - benar berlari tanpa cut hingga terlihat menyakinkan ketika setelah berlari sang aktor tidak lancar untuk langsung berbicara.

Remake = N/A meski ada sinyal bahwa Chris Nolan menyampaikan ketertarikannya untuk meremake film ini. Martin Scorsese juga tertarik untuk meremake film ini yang tentu saja dengan Leo DiCaprio sebagai aktor. Tapi hak lisensi sudah ditangan Warner Bros.


The Host (Gwoemul) - 2006




Sutradara : Bong Joon Ho

Pemain : Song Kang Ho, Byeon Hie Bong, Park Hae Il, Donna Bae

Plot : Dikarenakan pembuangan obat kimia ke Sungai Han, seekor ikan berubah menjadi monster dan menyulik seorang anak dari seorang single father dari keluarga yang berantakan. Diculiknya sang anak mengakibatkan keluarga yang retak menjadi harmonis dalam misi menyelamatkan sang anak.


Kenapa direkomendasikan? Korea dalam hal ini membuktikan bahwa sinema mereka sudah bisa menyaingi negara tetangganya Jepang dalam hal animasi. Monster dalam film ini begitu nyata dan bisa disandingkan dengan hiu dari film Jaws. Tapi bukan itu yang menjadi poin dari film ini, bagaimana seorang Bong Joon Ho bisa meramu konflik yang terjalin menegangkan di film ini. Dari monster, sebuah keluarga kacau dan kekacauan di internal lingkungan sosial didaerah sekitar Sungai Han.

Momen : Ketika si monster menyerang untuk pertama kalinya di pinggiran Sungai Han.

Remake : Gore Verbinski sineas trilogy Pirates of Caribbean tertarik untuk menangani film ini, isu yang muncul dari tahun 2008. Sampai sekarang progres remake film ini belum jalan. Ada kemungkinan banyak pihak menentang untuk meremake film ini.


Spring, Summer, Fall, Winter....... and Spring (Bom Yeoreum Gaeul Gyeoul Geurigo Bom) - 2003

 Sutradara : Kim Ki Duk

 Pemain : Oh Yeoung Su, Kim Ki Duk, Kim Young Min, Seo Jae Kyeong, Ha Yeo Jin

 

 

Plot : Kehidupan seorang biksu tua di kuil terapung ditengah - tengah danau yang terisolasi. Seorang biksu itu tengah membimbing seorang bocah untuk menjadi biksu. Dengan alur tiap perubahan musim.

Kenapa direkomendasikan? Menonton film ini seperti mempelajari seperti apa seorang biksu. Falsafah, idealis, pedoman hidup dan pantangan - pantangannya. Selain itu dari film ini sangat menjelaskan tentang circle of life beserta karma. Ditunjang dengan setting yang eksotis dan simbol - simbol yang diciptakan sangat unik.

Momen : Ketika si biksu muda yang sudah dewasa kembali ke kuil dan membuat pengampunan dosa.

Remake : Yakinlah film ini akan susah diremake dan akan sangat merusak seni yang ada di film ini.


The Good, The Bad, The Weird (Joheunnom Nabbeunnom Isanghannom) - 2008

Sutradara: Kim Jee Woon

Pemain: Lee Byung Hun, Song Kang Ho, Jung Woo Sung

Plot : Kisah tiga penembak ulung yang bersaing mengejar peta harta karun dimana mereka juga dikejar oleh pihak Cina dan Jepang. 


Kenapa direkomendasikan? Ingin mencicipi The Good, The Bad and The Ugly ala Korea. Kim Jee Woon berhasil menciptakannya. Dengan menganti karakter ugly (jelek) menjadi weird (aneh) dan menghidupkan suasana western yang sedikit apocalypse seperti Mad Max. Meski ada kemungkinan Kim Jee Woon terinspirasi Takashi Miike yang berhasil membawa nuansa western ala Nippon.

Momen : Opening yang luar biasa.

Remake : -

Beberapa film lain yang juga direkomendasikan adalah A Bittersweet Life, Taegukgi, My Sassy Girl, Nowhere Man, Mother, Memories of Murder, I Saw the Devil, Thirst, Volcano High, Foul King.

Rabu, 21 November 2012

Skyfall

Cerita sebelum Dr. No?


Directed by Sam Mendes
Casts are Daniel Craig, Judi Dench, Ralph Fiennes, Ben Warshaw, Naomie Harris, Berenice Marlohe, Javier Bardem, Albert Finney
Tagline : -

Skyfall merupakan film yang dipersiapkan untuk merayakan 50 tahun James Bond Franchise dari Dr. No yang rilis 1962. Dalam merayakannya, Sam Mendes dibantu John Logan, Neal Purvis, Robert Wade mempersiapkan naskah nya dengan menambah elemen - elemen dari Ian Flemming dan menjadikan instalamen ini sebagai new James Bond. Seperti memberikan inovasi baru dengan karakter penting yang sebelumnya tidak dimunculkan dalam dua sekuel sebelumnya Casino Royale dan Quantum of Solace, Q dan Miss Moneypenny yang tentu saja dengan hal baru. 

Siapa yang tak menyangka dia menjadi salah satu karakter penting di film ini
Garis besar cerita dari film ini adalah James Bond (Daniel Craig) sedang melaksanakan misi mengejar Patrice (Ola Rapace) yang diketahui membawa dokumen berisi data - datang penting M16. Dalam pengejarannya, secara tidak sengaja dia tertembak oleh Eve (Naomie Harris) yang baru saja menjalani tugas lapangan M16.

 Kematian Bond, tentu saja memberikan efek besar terhadap M16. Seorang penjahat dengan motivasi balas dendam terhadap M (Judi Dench) memberikan langkah awal dengan membom markas M16, dilanjut dengan membeberkan identitas agen M16 lewat Youtube yang berujung kematian bagi mereka. Di satu sisi Bond ternyata selamat karena terbawa arus sampai ke sebuah pulau antah berantah dan kembali ke Inggris setelah mendapat kabar M16 dalam keadaan hancur. 

Oh! I miss my mom
Sekilas film ini terasa sangat berbeda dengan film bond sebelumnya. Menutur penuturan seorang fans James Bond garis keras, Skyfall menghilangkan elemen terpenting dari installment Bond sebelum - sebelumnya, yaitu tidak adanya penjahat yang menguasai dunia. Raul Silva (Javier Bardem) di Skyfall memang tidak ada inisiatif untuk menguasai dunia, tapi hanya ingin membuat M dipermalukan atas dosanya M terhadap Silva ketika Silva masih menjadi agen. Bardem memang berhasil memunculkan karisma nya sebagai penjahat yang lembut tapi berbahaya tapi dirasa kurang membahayakan sebagai seorang penjahat Bond. Karena disini hanyalah masalah pribadi antara dia dan M belaka.


 
Jika melihat apa yang ingin dituturkan oleh Sam Mendes beserta tim penulis naskahnya, mereka ingin memperlihatkan Bond untuk generasi baru, generasi yang baru saja mengenal James Bond. Terlihat dari dimasukkannya Ben Warshaw sebagai Q, yang tentu saja langkah sangat berani karena Q terkenal sebagai orang yang sudah tua. Dan tentu saja menjadikan Naomie Harris sebagai Miss Money Penny, tidak bermaksud rasis tapi Miss Money Penny sudah terbiasa sebagai wanita kulit putih blonde. Bagi Bond mania garis keras mungkin keberatan. 

Hey, my name is Miss Moneypenny

 
M bersama dengan penerus M

Langkah - langkah pembaruan yang diterapkan oleh Sam Mendes sangat terasa sekali seperti The Dark Knight Rises. Dimana James Bond adalah seperti manusia biasa yang bisa jatuh terpuruk dan menjadi manusia ringkih. Belum juga pemunculan simbol yang menjadikan James Bond sangat manusiawi sekali seperti kembalinya James Bond ke Skyfall atau tempat dia dilahirkan. 

Humor yang diselipkan di film ini agak susah - susah dipahami jika anda tidak mengenal Bond sebelumnya. Seperti adegan Bond bertemu dengan Q pertama kalinya, ketika Q mengatakan "tolong kembalikan peralatannya dengan utuh", quote itu memang biasa dipakai oleh Q ketika menyerahkan alatnya ke Bond, meskipun alat - alatnya memang tidak pernah kembali dengan utuh. Dan juga disini diperlihatkan bagaimana Bond menemukan istilah "Shaken not stirred".

Opening yang begitu megah dengan alunan suara dari Adele terasa sangat pas sekali. Adele bersama Paul Epworth memang menyiapkan lagu ini untuk theme Skyfall. Dan memang lirik nya sesuai apa yang digambarkan film ini.

Bisa dibilang film ini adalah sebuah awal mula dari James Bond menjadi seperti yang diperlihatkan di Dr. No dan seterusnya, dimana konsep ruangan Bond adalah diawali dengan bertemu Miss Moneypenny dan memasuki ruangan M dengan pintu kedap suara ganda berwarna merah.

Bukan yang sebenarnya
Kejutan yang muncul di film ini adalah ketika Aston Martin Vanquisher dimunculkan. Walaupun tidak diperlihatkan yang sebenarnya, karena memang hanya efek 3D. Bisa dilihat ketika Bond dan M mengendarainya, terasa sekali seperti menonton Bond tahun 60an. 






  
Overall Rating : 8/10

Trivia:
  • Untuk yang kedua kalinya Bond terluka karena ditembak oleh pistol (yang pertama ada di installment Thunderball)
  • Peran musuh sebenarnya jatuh ditangan Kevin Spacey, yang memang pernah bekerja bersama Sam Mendes di American Beauty, tapi karena jadwal syuting yang padat, Kevin Spacey memutuskan mundur.
  • Untuk kedua kalinya juga Bond terlihat memiliki cambang, setelah sebelumnya Pierce Brosnan di Die Another Day.
  • Untuk pertama kalinya film James Bond tidak menggunakan judul dari novel - novelnya Ian Flemming dan memang tidak berkesinambungan dengan karya - karyanya Ian Flemming.
Memorable Quotes:
Raoul Silva: England... Mi6... so old-fashioned! 

Rabu, 21 Desember 2011

Confession


Balas Dendam Dari Seorang Guru


Directed by Tetsuya Nakashima
Casts are Takako Matsu, Yoshino Kimura, Masaki Okada, Yukito Nishii, Kaoru Fujiwara, Ai Hashimoto
Tagline :

Apa yang membuat film ini begitu istimewa hingga dicalonkan untuk film asing terbaik ala Oscar ditahun 2010. Karena film ini sangatlah kompleks dan mengejutkan. Begitu kompleksnya dan berlapis - lapis alur ceritanya, hingga film ini menjadi tontonan yang sangat cerdas.

Dimulai dari Yuko Moriguchi (Takako Matsu) seorang guru SMP yang berniat mengundurkan diri dari SMP nya. Hari terakhir dia mengajar, dia membeberkan pengakuan nya di depan muridnya tentang kematian putrinya. Hingga dia mengatakan bahwa pelakunya ada di kelas itu.

Dari situ, cerita bercabang dan berkembang. Pengakuan disini adalah sudut pandang dalam film yang sekaligus menjadi kunci dari semua misteri film ini.

Selain alur cerita, film ini diacungi jempol dari segi cinematografi nya. Sudut pandang yang sangat enak dilihat ditambah penggunaan slow-motion yang tidak berlebihan. Belum lagi musik pengiringnya yang menambah kelam dan kompleksnya film ini.

Diluar dari kelemahannya, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, karena ketika menonton film ini, akan terlintas bayangan film Oldboy yang juga menampilkan balas dendam yang cerdas.

Overal Rating = 9/10

Pineapple Express

Efek Mengganja?

Directed by David Gordon Green.
Casts are Seth Rogen, James Franco, Danny McBride, Kevin Corrigan, Craig Robinson, Gary Cole, Rosie Perez, Amber Heard.
Tagline : "One hit could ruin your whole day"

Salah satu proyek dari Judd Apatow dan Seth Rogen yang bisa saya kategorikan sebagai film komedi aksi yang sakit dan teler. Dengan mengusung tema seorang pecandu marijuana, Seth Rogen yang berperan sebagai Dale Denton, seorang kurir surat pengadilan bagi yang tidak hadir dalam sidang, menghabiskan hari - harinya dengan menyimeng. Meski begitu, Dale beruntung mendapatkan gadis SMA bernama Angie yang jelas - jelas memiliki selisih umur yang jauh sekali.

Dale mempunyai pengedar tetap, Saul Silver (yang dimainkan sangat sempurna sekali oleh James Franco), seorang pengedar yang daya pikirnya melemah karena terlalu banyak nya mengkonsumsi ganja. Di suatu hari, Saul menawarkan sebuah ganja istimewa untuk Dale, ganja itu bernama Pineapple Express yang digadang - gadang sebagai ganja terbaik dari yang terbaik. Sampai akhirnya Dale mendapat tugas mengantarkan surat untuk Ted Jones, seorang pengusaha terkenal. Malang tak dapat disangkal, Dale menyaksikan kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh Ted ketika menunggu di luar rumah Ted Jones, yang apesnya, Dale membuang Pineapple Express di TKP. sedangkan Pineapple Express hanya dijual dari Saul. Dan Ted pun tahu siapa saksi dari kejadian tragis tersebut.

Bisa dibilang, film ini seperti ensiklopedia dalam hal perganjaan. Dari nama - namanya hingga sejarah kenapa ganja dilarang di US lewat visualisasi hitam putih yang kocak. Tapi, apa yang membuat film ini sangat menarik dan kocak. Akting James Franco! Yap! James yang sebelum - sebelumnya nya berperan sebagai orang yang cool dan berwibawa merubah imaji nya menjadi pecandu ganja yang berlebihan hingga tingkah dia pun sangat teler.

Bahkan jika dilihat, Seth Rogen yang mendapat jatah sebagai aktor utama pun terlihat keteteran ketika harus beradu akting dengan James Franco di film ini. Dari cara dia berbicara, gesture dia hingga ekspresinya seakan - akan James benar - benar sedang teler. Bahkan di film ini, ada banyak sekali improvisasi dialog dan adegan dari James.

Selain apiknya performa dari James Franco, film yang menyandang rekor sebagai film bertemakan ganja tersukses dengan pendapatannya yang 100 juta dollar lebih, juga sukses meramu komedi slapstik dengan aksi yang brutal. Sebagai ciri khas Judd Apatow yang terkenal dengan komedi slapstiknya. Orang tidak ada yang menyangka bahwa film ini berubah menjadi film aksi yang brutal meski masih dalam keadaan teler. Juga dialog yang pintar yang mampu mengocok perut jika anda memang memahami lebih apa yang sedang mereka bicarakan.

Sayangnya, bagi penonton yang awam, konteks humor dari film ini akan terasa hambar dan akan membuat mereka berpikir "apa lucunya?" Kelemahan dari Judd Apatow dan Seth Rogen dari semua filmnya adalah mereka terlalu amerikanisasi dalam bercanda, meski film ini tidak hanya di Amerika untuk penyebarannya. Selain itu, karena kuatnya karakter James, Seth dan Danny pun berasa seperti penggembira yang kurang akan tendensi beraktingnya.

Dan juga film ini akan membuat mu tertawa terpingkal - pingkal dan di pertengahan film, dengan suksesnya juga kamu akan dijatuhkan tendensi menontonnya, hingga akan merasa bosan. Meski di akhir cerita diperlihatkan aksi yang menawan.

Keseluruhan dari film ini, selain suguhan performa yang menakjubkan dari James Franco, film ini memang akan membuat perut mu akan selalu terpingkal, meski kamu juga kudu antisipasi dengan anjloknya alur cerita di pertengahan film.

Overal Rating = 8/10

Trivia
  • Kata "f*ck" diucapkan hampir lebih dari 180 kali di film ini.
  • Awalnya Seth Rogen menulis peran Saul untuk dirinya sendiri, sampai akhirnya ia menyadari James Franco akan lebih lucu jika memerankan peran Saul.
  • Nama Budlofsky yang dikisahkan sebagai antagonis di film ini, di pakai kembali oleh Seth Rogen di naskah film dia berikutnya, Green Hornet.
Memorable Quotes:

Saul: Let's roll, man! I'm done with the woods! Let's go! C'mon, man, let's get the fuck outta here!
Dale Denton: [sarcastically] Okay... Uhh let's go... No... It's not working... the battery's dead.
Saul: Wait...! What do you mean, it's dead?
Dale Denton: [laughing] What do I mean? I mean the battery's dead. The battery's dead!
Saul: No, no! What do you mean, the battery's dead?
Dale Denton: How can I explain this to you differently? The battery is dead. It ceased to live. It's deceased now. The car needs a battery to start, Saul.
Saul: [frustrated sigh] How did this happen?
Dale Denton: Well we clearly fell asleep with the battery on and-...
Saul: Aw, man... Talk radio?
Dale Denton: Yes, talk radio.
Saul: So boring, man! The car just committed suicide.

Senin, 23 Mei 2011

Brick

Film Detektif?


Directed by Rian Johnson
Casts are Joseph-gordon Levitt, Lukas Haas, Emilie de Ravin.
Tagline : "A Detective Story."

Joseph-Gordon Levitt atau saya singkat JGL, terlihat memukau dalam film arahan Rian Johnson yang sangat absurd ini. Dengan dilabeli "A Detective Story", orang akan menyiapkan kefokusannya untuk menonton film ini. Dan ternyata label itu memang bukan main - main. Ini benar - benar film detektif.

Di awali ketika Brendan (Joseph-gordon Levitt) menemukan mayat kekasihnya, Emily (Emilie de Ravin) di terowongan, bermaksud membalas dendam Brendan justru menemukan sebuah rahasia gelap yang mengitari dunia Emily, dibantu oleh The Brain (Matt O'Leary), Brendan harus berhadapan dengan gangster lokal dan kemisteriusan yang membayang - bayangi Emily semasa dua bulan setelah dia putus dari Brendan dan meninggal.

Dalam hal ini, editing film ini patut di acungi jempol. Dengan pemakaian tempo yang luar biasa cepat dan terburu - buru, tidak akan membuat mata kita cepat lelah karena editing nya yang sangat halus. Penggunaan score nya jarang dipakai, sehingga menonton film ini berasa sunyi. Dan mungkin memang itu yang ingin ditonjolkan oleh Rian Johnson.

Sinematografinya juga terbilang mengasyikkan untuk di perhatikan, terkadang ada poin yang membuat saya bingung dengan penggunaan sudut kamera tersebut.

Permainan karakter JGL yang luar biasa, dan membuat saya bingung, karakternya terlihat egois tapi tidak se egois yang di pikirkan. Juga Matt O'Leary, yang bermain apik sebagai informan, dia tidak menunjukkan sikapnya yang cenderung ke JGL juga ke musuhnya, tapi dia lebih hanyalah sosok sentral yang akan memberi bantuan informasi. Meski terkadang saya mencurigai ada maksud dari peran dia.

Film detektif? Ya, memang film detektif tapi dengan sentuhan - sentuhan absurd yang membuat film ini lebih dari sekedar film detektif..

Overal Rating : 9 / 10

Trivia :
- Spaghetti Westerns dan Cowboy Beebop lah yang menjadi pengaruh Rian Johnson dalam memvisualisasikan film ini.

Memorable Quotation :
"Throw one at me if you want, hash head. I've got all five senses and I slept last night, that puts me six up on the lot of you." - Brendan Frye

Punch-drunk Love

Warna, Piano Dan Cinta


Directed by Paul Thomas Anderson
Casts are Adam Sandler, Emily Watson, Paul Seymour Hoffman
Tagline : -

Setelah John C.Reilly yang biasa bermain komedi dijadikan objek art-house oleh Paul Thomas Anderson, gantian Adam Sandler menjadi bahan eksperimen P.T. Anderson untuk merubah perspektif akting dia. Ketika orang mendengar nama Adam Sandler, pasti lah mereka akan menduga film nya komedi. Tak salah memang, nah, mereka akan menerka - nerka apa jadinya jika seorang Adam Sandler bermain film di bawah sutradara P.T. Anderson. Jawabannya satu, cerdas!

Semula saya agak ragu ketika mengetahui Adam Sandler bermain serius, dalam artian tidak bermain konyol seperti biasanya, apalagi P.T. Anderson memang terkenal membuat film berskala art-house, dari Hard Eight, Boogie Night dan Magnolia. Tapi keraguan itu hilang semenjak film ini dimulai.

Sebenarnya cerita nya sederhana saja, Barry Egan (Adam Sandler) seorang sales lampu mendapati dirinya dalam situasi aneh yang melibatkan dirinya dengan pelacur, piano misterius dan undian liburan ke luar negeri dari produk makanan.

Lalu apa hubungannya dengan judul diatas?
Warna, karena di sela - sela film akan muncul gradasi warna pelangi, juga penggunaan warna biru dan merah dominan di film ini, dua hal tersebut mengandung simbol yang menjadi ciri khas P.T. Anderson. Meski terkesan membingungkan, hal itu tidak mengurangi saya dalam menikmati film ini.

Piano, dari awal cerita tiba - tiba Barry mendapati sebuah Piano di buang oleh seseorang di hadapannya. kehadiran piano itu sangatlah misterius, hanya saja ketika Barry memainkan piano mini itu, akan terdengar score yang sangat lembut dan menyenangkan sekali.

Cinta, film ini bisa dibilang drama romantis yang aneh, sangat absurd. Tarik ulur Barry dengan Lena (Emily Watson) dan segelintir permasalahan Barry dengan pelacur telepon menambah keabsurdan film ini.

Sinematografi film ini perlu di acungi dua jempol. P.T. Anderson dengan tekhnik sinematografi yang konstan benar - benar membuat mata saya betah untuk menonton film ini sampai usai. Bahkan ada satu kecelakaan ketika sedang menyuting film, yang ternyata membuat P.T. Anderson justru membuat insiden itu sebagai salah satu simbol dalam film ini.

Akhir kata, menonton film ini dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk menikmati film ini. Karena ada banyak simbol - simbol unik yang menjadi kekuatan utama film ini.


Overal Rating : 9/10

Sad Movie

Siapkan Tisu Sebelum Menonton


Directed by Jong-kwan Kwon
Casts are Woo-sung Jung, Su-jeong Lim, Tae-hyun Cha, Jung-ah Yum, Min-a Shin, Tae-Yeong Son, Ki-woo Lee
Tagline : "Separation is another face of love"


Film ini terhitung sangatlah unik, dari judulnya "Sad Movie", terkesan simple dan orang pasti akan menebak bahwa film ini pure sad. Tapi dari judul tersebut bisa saja membuat orang akan jatuh kecewa, sama hal nya dengan film yang menggunakan judul "Comedy Movie", orang akan mengharapkan film itu benar - benar membuat perut kita kram karena terbahak - bahak, tapi justru itu menjadi bobby trap, orang akan kecewa, karena ternyata itu bukanlah komedi.

Berbeda kasus dengan film garapan Jong-kwan Kwon ini, kontruksi pikiran kita sebelum menonton film ini bakal tersedu - sedu sangat tepat! Berbagai cerita, karakter dan nasib, semua memiliki benang merah yang halus sekali terlihat. Semuanya menggambarkan bahwa cinta tidak selamanya seindah dongeng - dongeng. Begitu kelam dan satir tapi tidak berlebihan.

Dari cerita seorang pemadam kebakaran, Lee-jin Wu (Woo-sung Jung) yang bolak balik gagal untuk melamar kekasihnya, Ahn Su-Jeong (Su-jeong Lim), adiknya Ahn Su-Jeong, Ahn-sue eun (Min-a Shin), tuna wicara dan memiliki codet besar di pipinya hingga membuat dirinya minder, dan memutuskan untuk menjadi badut dan menjadi secret admirer pelukis jalanan, Sang-gyu (Ki-woo Lee), Jung-ha Suk (Tae-hyun Cha) seorang penggangguran yang berusaha mempertahankan cinta nya dengan Choi Suk-hyun (Tae-yong Son), Yeom Ju-Young (Jung-ah Yum) seorang ibu yang kewalahan dengan kenakalan anaknya, Park Hui - chan (Yeo Jin-gu). Semuanya terjalin dengan halus, hingga tidak membuat saya yang menonton kebingungan akan alurnya.

Dialognya juga menyentuh, dibaluti dengan score nya yang sangat menusuk hati. Selain itu, eksekusi endingnya tidak memaksa, dan terasa alami sekali, hingga bisa di jamin anda pasti akan menangis menonton film ini.

Dan itulah yang membuat saya mau memberi nilai lebih dalam film ini, meski cenderung banyak orang mengatakan film ini standar, tapi ada banyak nilai lebih yang membuat saya menyukai film ini.

Overal Rating : 8/10