Pages

Selasa, 16 Maret 2010

Dead End

Terjebak dan Dijebak



Directed By Jean-Baptiste Andrea and Fabrice Canepa
Cast are Ray Wise, Lin Shaye, Mick Cain, Alexander Holden, Billy Asher, Amber Smith
Tagline : Read the signs.



Saya menonton film ini berkat rayuan dan intimidasi dari teman saya, yang mengatakan bahwa film ini sungguh luar biasa twistnya dan bergenre Dark Comedy Thriller. Oke, saya pun terjebak oleh rayuan dia dan membuat saya harus misuh - misuh setelah film ini selesai. Karena ending film ini memberikan ending yang sangat mencengangkan dan membingungkan, saya sampai terus - terusan memikirkan endingnya.

Menceritakan tentang keluarga Harrington sedang dalam perjalanan ke rumah nenek nya menghadiri acara malam natal. Perjalanan mereka awalnya yang terasa membosan kan dengan cepat berubah menjadi horor yang mencekam, setelah mereka bertemu seorang gadis berbaju putih dengan codet di dahinya (Amber Smith).

Bermula dari kejadian itu, satu persatu keluarga Harrington mati mengenaskan. Yang tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya, kenapa mereka semua harus mati, lalu apa hubungannya dengan wanita berbaju putih itu.

Meski film ini lumayan banyak adegan sadis, tapi bumbu komedi pun masih terasa, dan biasanya dilakukan oleh Richard Harrington (Mick Cain), ketololan Laura Harrington (Lin Shaye) dan cara Ray Wise (Frank Harrington) membalas ketololan ibunya.

Sebenarnya film ini bagaikan puzzle yang terurai, dan akan merekat satu sama lain seiring waktu berjalan. Dan akan ada banyak clue yang sebenarnya sudah diberikan oleh sang sineas, itu pun kalau sudah ditonton sampai 3x.

Kesimpulannya, siap siaplah tertawa, siap - siaplah terkejut dan siap - siaplah merasa terjebak ketika menonton film ini..

Rating : 7 /10

Jumat, 12 Februari 2010

[REC]

Spanyol Pun Bisa Membuat Film Horor Yang Berkualitas


Sutradara : Jaume Balaguero dan Paco Plaza
Pemain : Manuela Velasco, Ferran Terraza, Jorge-Yamam Serrano, Pablo Rosso
Tagline : Whatever You Witness....Never Stop Recording

menemukan film ini adalah ketika sedang chatting di Facebook, teman saya memberi rekomendasi untuk film ini, karena dia tahu saya penggemar berat film - film dari George Romero yang notabene adalah film - film kategori horor zombie. Dan dia juga mengatakan bahwa film ini lebih bagus dari Diary of the Dead nya Romero, plus film ini sudah di remake oleh Hollywood yang berjudul Quarantine.

Penyajian film ini hampir seperti Cloverfield dan tentu saja Diary of the Dead. Dengan sistem semi dokumenter, hanya saja kali ini bukan dengan kamera handycam, tapi seperti mengikuti jalannya exclusive report di program berita di TV. Opening scene di sajikan agak lambat, memberikan kita informasi tentang kegiatan petugas pemadam kebakaran di malam hari, agak menjemukkan memang, karena saya sudah terlalu penasaran dengan muncul nya zombie - zombie. Tapi dari sini saya berpikir, zombie itu akan muncul dimana? dari apa virusnya? Selama saya menonton filmnya Romero jarang di tunjukkan darimana virus itu berasal, beda dengan Danny Boyle yang menciptakan zombie karena monyet liar di film 28 Days Later.

Penantian saya menuju titik terang ketika Angela Vidal (Manuela Velasco) bersama Pablo, sang kameramen (Pablo Rosso) dan dua petugas pemadam kebakaran Manu (Ferran Terraza) dan Alex (David Vert) menuju apartemen yang dikabarkan tengah terjadi sesuatu. Ketika sampai di apartemen itu, mereka bertemu Adulto (Vicente Gil) yang mengatakan bahwa ada nenek gila di lantai atas apartemen. Dari sini lah, tensi film menaik begitu pesat anda akan di jejali banyak adegan menegangkan.

Akting Manuela Velasco, Ferran Terraza dan Jorge-Yamam Serrano begitu menonjol di film ini, meskipun masih ada pemeran lainnya yaitu penghuni apartemen, tapi entah kenapa mereka terkesan sangat datar dan seperti mengikuti naskah sehingga tidak senatural Velasco, Terraza dan Serrano yang dengan piawainya berakting hingga terlihat mereka sadar kamera dan benar - benar seperti tengah di dokumentasi.

Kedetailan film ini pun di acungi jempol, seperti ketika kamera milik Pablo di letakkan di lantai lalu tiba - tiba lensa kamera di pegang - pegang oleh Jennifer (Claudia Font), dan alhasil gambar yang ditayangkan pun menjadi kabur.

Film ini juga sepertinya ada pengaruh dari film Blair Witch Project, dimana di ending film ini Pablo si kameramen jatuh tersungkur dan kamera tidak menunjukkan muka dia, hanya diperlihatkan kaki si pablo.

Sayangnya ada kejanggalan di film ini, ketika sebelum nya Adulto di gigit oleh si nenek tua berlanjut Alex, virus mereka bereaksi begitu lama, sedangkan ketika inspektur kesehatan, manu dll penghuni lainnya di gigit mereka begitu dengan cepat berubah menjadi zombie. Dan juga apartemen seluas itu hanya beberapa saja yang menempati.

Setidaknya bagi penggemar film zombie, sepatutnya anda menonton film ini. Dan disarankan jangan menonton film Quarantine dulu.

OVERAL RATING : 7.5

Fakta:
  1. Sampai film ini selesai Pablo tidak pernah sama sekali menunjukkan mukanya.
  2. Set apartemen di film ini benar - benar nyata, tidak ada pembuatan set panggungnya.
  3. Ketika adegan Alex jatuh dari lantai atas, sejujurnya itu diluar skenario, tidak ada yang mengetahui bahwa akan ada adegan itu, jadi reaksi para pemain itu asli tidak di buat - buat.

Sabtu, 23 Januari 2010

Oldboy

Suguhan Penuh Teka Teki dan Emosi


Sutradara : Park Chan Wook
Pemain : Choi Min Sik, Yu Ji Tae, Kang Hye Jeong
Tagline : Laugh and the world laughs with you; weep, and you weep alone

Film ini adalah sejujurnya adalah film yang saya cari selama ini, dan akhirnya ketemu ketika saya mengakses situs Indowebster (Terimakasih untuk Aldehida yang mau memberikan Link download film ini), pertama kali tahu film ini karena waktu itu saya menemukan info bahwa film ini adalah film terbaik di negeri ginseng sampai sekarang. Bahkan film ini pun tahun depan isunya akan di remake oleh Steven Spielberg. Hampir dua tahun saya cari film ini, karena film ini terhitung sangatlah langka.

Menceritakan tentang Oh Daesu (Choi Min Sik) yang di culik dan di sekap selama 15 tahun di sebuah ruangan yang dibuat seperti kamar hotel, hanya saja tidak ada sinar matahari masuk, dan hanya di sediakan televisi. Setiap malam gas tidur masuk di kamarnya. Selama 15 tahun, istrinya telah di bunuh, dan Oh Daesu dituduh sebagai pelaku. Hingga akhirnya dia tiba - tiba di bebaskan dengan ingatan yang hilang. Di pikirannya hanya ada niat balas dendam dan kenapa dia disekap. Ketika hari kebebasannya ia bertemu dengan Mido (Kang Hye Jeong), waitress warung sushi, yang nantinya menemani Oh Daesu memecahkan masalahnya. di tempat itu ia pingsan. Di tengah pencarian bagian yang hilang, ia bertemu Lee Wo Jin (Yu Ji Tae) yang ternyata tahu akan masalah dia. Dari situlah Oh Daesu terperangkap dalam sebuah permainan yang di ciptakan oleh Lee Wo Jin.

Awal di mulai film sebenarnya agak membingungkan, di adegan itu Oh Daesu tengah mabuk dan di tahan di pos polisi, beberapa ada adegan konyol juga. Yang intinya, adegan itu cuma memberi kita keadaan Oh Daesu sebelum menemui putrinya yang akan ulang tahun. Lalu dengan cepat, adegan berpindah ke masa suram nya Oh Daesu yang terperangkap di sebuah ruangan itu. Bahkan hampir keseluruhan film ini benar - benar membingungkan, dan kita terpaksa harus selalu berpikir untuk menonton film ini.

Akting Choi Min Sik sebagai Oh Daesu memang patut dipuji, dari awal dia memerankan menjadi orang mabuk dan berubah menjadi orang depresi. Belum lagi ketika berubah menjadi monster yang benar - benar menimbun banyak rasa dendam.

Lawan mainnya Yu Ji Tae yang sebagai Lee Woo Jin sangat pantas menjadi orang bengis tapi tetap menunjukkan sikap coolnya. Terlebih ketika menginjak ending peran dia. Luar biasa!

Film yang penuh kesadisan dan aksi seks yang begitu menonjol, menjadikan film ini tidak di rekomendasikan untuk di tonton dalam bentuk VCD original, karena akan banyak sekali adegan yang disensor.

Editing film ini pun sangat detail, hampir tidak ada cela nya. Bahkan penggabungan antara waktu sekarang dan ingatan Oh Daesu pun di buat serapi mungkin, sehingga kita bakal susah membedakan mana itu waktu sekarang dengan waktu ingatan Oh Daesu.

Yang jelas film ini penuh sekali dengan teka teki sehinga film ini benar - benar sangat cerdas. Jika disandingkan, Park Chon Wok setara dengan David Lynch atau Quentin Tarantino dalam mebuat screenplaynya.

Overal Rating L: 9




Selasa, 19 Januari 2010

Film Pendek

Singkat, Padat dan Jelas


Minggu - minggu lalu, tidak sengaja ketika saya sedang menjelajah situs Youtube. Kutemukan hal yang menarik, yaitu menemukan film pendek asing. Selama ini saya hanya melihat kreativitas film pendek lokal (Biasanya di dominasi orang Jogja). Awalnya saya ragu karena kebanyakan memang film pendek sana tidak ada subtitle, tapi saya mikir lagi, ya percuma dong kuliah di Sastra Inggris. Akhirnya saya pun mulai menjelajah film - film pendek asing.

Ternyata enggak rugi juga ya menonton film - film pendek asing. Malah terkadang ide mereka brilian sekali, walau itu hanya dua menit. Bahkan ada juga yang menggunakan efek walau efek - efeknya murahan sekali, tapi itulah kreativitas mereka.

Seperti dalam film Running dan My Name Lisa yang merupakan satu produk dari Shelton Films. Ke dua film itu sama - sama memiliki kekuatan cerita yang luar biasa di tambah dengan penggunaan musiknya. Dalam film Running, di ceritakan Christine berada di keluarga yang selalu ribut, ia biasa curhat tentang kegelisahannya di rumah dengan Ryan. Sampai suatu hari Christine berniat untuk kabur karena sudah tidak kuat melihat orang tuanya bertengkar terus. Ternyata di waktu yang sama Ibunya sudah memutuskan untuk kabur dari rumahnya meninggalkan Christine yang bingung, harus pergi kah atau tetap tinggal bersama ayahnya? Carlie Nettles dalam film ini sebagai Christine bermain apik sekali, di usianya yang muda, bagaimana dia menjadi anak yang selalu tertekan karena keluarganya dan pada akhirnya ia bingung menghadapi pilihan nya. Musik yang mengiringi film ini pun luarbiasa apiknya. Sesuai sekali dengan atmosfir yang dibawakan Ben Shelton untuk membuat film ini.

Sedangkan dalam film My Name Lisa, lagi - lagi Carlie Nettles bermain apik sebagai anak kecil bernama Lisa yang tidak tahu bahwa ibunya menderita Alzheimer. Sejak awal dimulainya film kita akan merasa simpati, karena mengetahui bahwa ibunya menderita Alzheimer, selama enam menit lebih kita akan merasa simpati dengan Lisa, apalagi ditambah alunan denting piano nya.

Ada juga film pendek dari belanda berjudul Nemesis yang untungnya ada Subtitle nya. Mana paham saya dengan bahasa Belanda. Film yang menceritakan tentang seorang pria yang merasa memiliki kekuatan super, lalu dia membuat iklan untuk mencari siapa yang jadi musuhnya. Sejak awal toh memang kita bakal menebak, paling juga tidak ada unsur superpowernya, tapi begitu sampai ending, anda dijamin akan tertawa terbahak - bahak.

This is the Place, film pendek bernuansa thriller, hanya saja saya tidak akan menceritakan bagaimana ceritanya, karena film ini memiliki ending twist, yang membuat anda terpelongo dan merasa dibodohi.

Ada juga film yang sangat menarik, berjudul Mankind is No Island. Menariknya film ini hanya menggunakan kamera dari handphone. film ini sebenarnya cuma rekaman Jason Van Genderen, ia merekam beberapa tulisan di jalan lalu digabungkan dengan sentuhan musik yang menyenangkan.

Juga beberapa film pendek yang merupakan film pertama dari beberapa sutradara tenar, seperti Christopher Nolan, Martin Scorsese, David Cronenberg, Tim Burton, Michael Gondry, Wes Andersson dan David Lynch. Dari film - film itu kita akan jadi tahu karakter sebenarnya dari sutradara - sutradara tersebut. Dari awal, Nolan, Anderson, Gondry, Lynch dan Burton memang karakternya seperti itu, tidak ada perubahan, Beda dengan Scorsese, saya justru lebih menyukai dia ketika membuat film pendek.

Dibawah ini beberapa list preview untuk film - film yang saya sebutkan di atas.
  1. Running
  2. My Name is Lisa
  3. Nemesis
  4. This is the Place
  5. Doodlebug (by Christopher Nolan)
  6. The Big Shave (by Martin Scorsese)
  7. From The Drain (part 1) (By David Cronenberg)
  8. From the Drain (part 2) (By David Cronenberg)
  9. Vincent (By Tim Burton)
  10. Pecan Pie (with Jim Carrey by Michel Gondry)
  11. One Day..... (by Mihel Gondry)
  12. Bottle Rocket Short (part 1) (By Wes Anderson)
  13. Bottle Rocket Short (part 2) (By Wes Anderson)
  14. The Alphabet (By David Lynch)
Semua film ini memang linknya dari situs Youtube. Dan saya masih belum bisa untuk menguploadnya. Tapi setidaknya jika anda menggunakan software Idman, film - film diatas bisa di download langsung tanpa memakai keepvid.com dan segala macam

Senin, 18 Januari 2010

Golden Globe Awards ke 67

Sekali Lagi Keanehan Di Gloden Globe


Tanggal 17 Januari 2009 tepatnya di Hotel Beverly Hills Hilton acara penghargaan Golden Globe ke 67 di adakan dengan pembawa acara Ricky Garvis yang tengah melejit setelah apiknya performa di film Ghost Town dan The Invention of Lying. Seperti biasa, pengumuman penghargaan itu pasti memunculkan pro dan kontra.

Sedari awal ketika malam nominasi, saya merasa kurang setuju dengan keputusan siapa dan apa saja yang dinominasikan. Brad Pitt di film Inglorious Basterds sesungguhnya bermain bagus meski durasi yang ia mainkan tidak lah lama, tapi apakah hal itu mengurangi penilaian. Anthony Hopkins yang dulunya cuma bermain 3 menit saja sudah memenangkan Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture di penghargaan oscar tahun 1992.

Saat acara pengumuman, saya lebih geram lagi ketika tahu Avatar lah yang memenangkan
Best Motion Picture - Drama. Semua orang juga sudah tahu bahwa cerita yang dibawakan pun bagi saya biasa saja, dibandingkan dengan film Up in the Air dan Inglorious Basterds yang jelas - jelas memiliki lebih dari kekuatan ceritanya. Mungkin saya akan uring - uringan sekali jika sampai Sam Worthington atau Zoe Saldana masuk dalam kategori best actor atau actress karena akting mereka sama sekali tidak ada kejutan. Juga kurang setujunya dengan pemilihan Hangover sebagai pemenang, padahal saingannya Nine lebih paling diunggulkan dari segi cerita, karakter dan artistiknya.

Untuk Selengkapnya nominasi dan pemenangnya adalah sebagai Berikut:


Best Motion Picture - Drama
  1. Avatar
  2. The Hurt Locker
  3. Inglorious Basterds
  4. Precious : Based on the Novel Push by Sapphire
  5. Up in the Air
The Winner : Avatar

Best Motion Picture - Musical or Comedy
  1. (500) Days of Summer
  2. It's Complicated
  3. Hangover
  4. Julie & Julia
  5. Nine
The Winner : Hangover

Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama
  1. Jeff Bridges (Crazy Heart)
  2. George Clooney (Up in the Air)
  3. Colin Firth (A Single Man)
  4. Morgan Freeman (Invictus)
  5. Tobey Maguire (Brothers)
The Winner : Jeff Bridges (Crazy Heart)

Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama
  1. Sandra Bullock (The Blind Side)
  2. Emilie Blunt (The Young Victoria)
  3. Helen Mirren (The Last Station)
  4. Carey Mulligan (An Education)
  5. Gabourey Sidibe (Precious : Based on the Novel by Sapphire)
The Winner : Sandra Bullock

Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Comedy or Musical
  1. Matt Damon (The Informant!)
  2. Robert Downey Jr (Sherlock Holmes)
  3. Daniel-Day Lewis (Nine)
  4. Joseph Gordon-Levitt ((500) Days of Summer)
  5. Michael Stuhlbarg (A Serious Man)
The Winner : Robert Downey Jr (Sherlock Holmes)

Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Comedy or Musical
  1. Meryl Streep (It's Complicated)
  2. Meryl Streep (Julie & Julia)
  3. Sandra Bullock (The Proposal)
  4. Marion Cottilard (Nine)
  5. Julia Roberts (Duplicity)
The Winner : Meryl Streep (Julie & Julia)

Best Performance by an Actor in Supporting Role in a Motion Picture
  1. Woody Harrelson (The Messenger)
  2. Matt Damon (Invictus)
  3. Christoph Waltz (Ingorious Basterds)
  4. Christopher Plummer (The Last Station)
  5. Stanley Tucci (The Lovely Bones)
The Winner : Christoph Waltz (Inglorious Basterds)

Best Performance by an Actress in Supporting Role in a Motion Picture
  1. Penelope Cruz (Nine)
  2. Mo'nique (Precious : Based on the Novel by Sapphire)
  3. Vera Farmiga (Up in the Air)
  4. Anna Kendrick (Up in the Air)
  5. Julianne More (A Single Man)
The Winner : Mo'nique (Precious : Based on the Novel by Sapphire)

Best Director - Motion Picture
  1. Kathryn Bigelow (The Hurt Locker)
  2. Clint Eastwood (Invictus)
  3. James Cameron (Avatar)
  4. Quentin Tarantino (Inglorious Basterds)
  5. Jason Reitman (Up in the Air)
The Winner : James Cameron

Best Screenplay - Motion Picture
  1. Mark Boal (The Hurt Locker)
  2. Quentin Tarantino (Inglorious Basterds)
  3. Jason Reitman & Sheldon Turner (Up in the Air)
  4. Neil Blomkamp & Terri Tatchell (District 9)
  5. Nancy Meyers (Its Complicated)
The Winner : Jason Reitman & Sheldon Turner (Up in the Air)

Best Original Song - Motion Picture
  1. "The Weary Kind" - T-Bone Burnett & Ryan Bingham (Crazy Heart)
  2. "I See You" - James Horner, Simon Franglen & Kuk Harell (Avatar)
  3. "Winter" - U2 (Brothers)
  4. "(I Want To) Come Home" - Paul McCartney (Everybody's Fine)
  5. "Cinema Italiano" - Maury Yetson (Nine)
The Winner : "The Weary Kind" - T-Bone Burnett & Ryan Bingham (Crazy Heart)

Best Original Score - Motion Picture
  1. Up (Michael Giacchino)
  2. The Informant! (Marvin Hamlisch)
  3. Avatar (James Horner)
  4. A Single Man (Abel Korzeniowski)
  5. Where the Things Wild Are (Carter Burwell & Karen Orzolek)
The Winner : Up (Michael Giacchino)

Best Animated Film
  1. Fantastic Mr. Fox
  2. Coraline
  3. The Princess and The Frog
  4. Up
  5. Cloudy with a Chance of Meatballs
The Winner : Up

Best Foreign Language Film
  1. Das weisse Band - Eine deutsche Kindergeschichte
  2. Los abrazos rotos
  3. Baarìa
  4. La nana
  5. Un prophète
The Winner : Das weisse Band - Eine deutsche Kindergeschichte

Best Television Series - Drama

  1. Mad Men
  2. Big Love
  3. Dexter
  4. House M.D.
  5. True Blood

The Winner : Mad Men

Best Television Series - Musical or Comedy

  1. "Glee"
  2. "Entourage"
  3. "Modern Family"
  4. "The Office"
  5. "30 Rock"

The Winner : Glee

Best Mini-Series or Motion Picture Made for Television

  1. Grey Gardens (TV)
  2. Georgia O'Keeffe (TV)
  3. Into the Storm (TV)
  4. "Little Dorrit"
  5. Taking Chance (TV)

The Winner : Grey Gardens (TV)

Best Performance by an Actor in a Mini-Series or a Motion Picture Made for Television

  1. Kevin Bacon (Taking Chance)
  2. Kenneth Branagh ("Wallander")
  3. Chiwetel Ejiofor (Endgame)
  4. Brendan Gleeson (Into the Storm)
  5. Jeremy Irons (Georgia O'Keeffe)

The Winner : Kevin Bacon (Taking Chance)

Best Performance by an Actress in a Mini-Series or a Motion Picture Made for Television


  1. Drew Barrymore(Grey Gardens)
  2. Joan Allen (Georgia O'Keeffe)
  3. Jessica Lange (Grey Gardens)
  4. Anna Paquin (The Courageous Heart of Irena Sendler)
  5. Sigourney Weaver (Prayers for Bobby)

The Winner : Drew Barrymore(Grey Gardens)

Best Performance by an Actor in a Television Series - Musical or Comedy

  1. Alec Baldwin ("30 Rock")
  2. Steve Carell ("The Office")
  3. David Duchovny (Californication")
  4. Thomas Jane ("Hung")
  5. Matthew Morrison ("Glee")

The Winner : Alec Baldwin ("30 Rock")

Best Performance by an Actress in a Television Series - Musical or Comedy

  1. Toni Collette ("United States of Tara")
  2. Courteney Cox ("Cougar Town")
  3. Edie Falco ("Nurse Jackie")
  4. Tina Fey ("30 Rock")
  5. Lea Michele ("Glee")

The Winner : Toni Collette ("United States of Tara")

Best Performance by an Actor in a Television Series - Drama


  1. Michael C. Hall ("Dexter")
  2. Simon Baker ("The Mentalist")
  3. Jon Hamm ("Mad Men")
  4. Hugh Laurie ("House M.D.")
  5. Bill Paxton ("Big Love")

The Winner : Michael C. Hall ("Dexter")

Best Performance by an Actress in a Television Series - Drama

  1. Julianna Margulies ("The Good Wife")
  2. Glenn Close ("Damages")
  3. January Jones ("Mad Men")
  4. Anna Paquin ("True Blood")
  5. Kyra Sedgwick ("The Closer")

The Winner : Julianna Margulies ("The Good Wife")

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television
  1. John Lithgow ("Dexter")
  2. Michael Emerson ("Lost")
  3. Neil Patrick Harris ("How I Met Your Mother")
  4. William Hurt ("Damages")
  5. Jeremy Piven ("Entourage")

The Winner : John Lithgow ("Dexter")

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television

  1. Chloë Sevigny ("Big Love")
  2. Jane Adams ("Hung")
  3. Rose Byrne ("Damages")
  4. Jane Lynch ("Glee")
  5. Janet McTeer (Into the Storm)

The Winner : Chloë Sevigny ("Big Love")

Beberapa foto ketika acara Golden Globe :












Minggu, 17 Januari 2010

Paranormal Activity

Siapkan Mental Anda....


Sutradara : Oren Pelli
Pemain : Micah Sloat, Katie Featherston
Tagline :
What Happens When You Sleep?


Dengan Konsep yang sama seperti dalam film The Blair Witch Project, Film ini pun mengalami kesuksesan yang sama. Dengan formula yang sama, Oren Pelli menghadirkan kengerian ala baru. Jika anda benar - benar menghayati film ini mungkin anda akan merasa bahwa apa yang dipaparkan film itu benar - benar nyata. Padahal itu hanyalah sebuah fiksi belaka, Micah yang mati pun ternyata ada proyek film di tahun ini, sama halnya dengan Katie yang di film ini di penjara karena membunuh, dia pun mempunyai proyek di tahun ini.

Sayangnya, Oren Pelli kurang lihai seperti Daniel Myrick dan Eduardo Sanchez dalam menggarap film semi dokumenter The Blair Witch Project. Dalam TBWP, rentang waktu pendokumentasian tidak begitu membuang - buang waktu, dan masih terlihat bahwa itu memang benar - benar di dokumentasikan. Sedangkan Oren Pelli, dalam film ini justru terlalu menghambur - hamburkan waktu, bayangkan dua jam film ini berputar, dan membuat emosi penonton film ini langsung turun.

Untungnya kekurangan itu bisa ditutupi dengan penampilan Micah dan Katie. Dimana mereka berdua bermain sangat natural sehingga seakan - akan memang sedang membuat dokumenter. Kita pun pasti akan larut dalam kegilaan yang di tampilkan oleh Katie.

Saran saya dalam menonton film ini adalah siapkan mental anda, mental disini adalah mental menghadapi kengerian yang ditampilkan di film ini, dan mental untuk melihat rutinitas yang membosankan dari kedua aktor itu.

Overal Rating : 7 / 10

Trivia :
- Ending aslinya sudah dirubah atas dasar saran dari Steven Spielberg
- Rumah yang menjadi setting film ini merupakan rumah milik sang sutradara, Oren Pelli.
- Aktor - aktornya tidak di beri skrip, mereka hanya di beri kata kunci dialog, dan terserah mereka mau membawakannya bagaimana asal sesuai kata kunci.

Memorable Quotation :
"You cannot run from this- it will follow you. It may lay dormant for years. Something may trigger it to become more active and it may over time reach out to communicate with you." - The Physic

Charlie Bartlet

Mengupas Sosok Remaja Mencari Jalan Hidupnya


Sutradara : Jon Poll
Pemain : Anton Yelchin, Robert Downey Jr, Hope Davis, Kate Dennings
Tag Line : When Charlie Bartlett listens everyone talks.


Awalnya saya tidak tertarik untuk menonton film ini. Tapi semenjak saya tahu Anton Yelchin menjadi aktor utama di film ini saya pun mencoba menonton film ini. Kenapa? Semenjak saya menonton akting dia di film Star Trek sebagai Chekov, saya pun penasaran seperti apakah peran dia sebelum bermain di film Star Trek. Walaupun di film ini ada nama besar, Robert Downey Jr.

Sebuah film arahan Jon Poll ini merupakan sebuah drama psikologi yang cocok untuk remaja yang mencoba mengetahui jalan hidupnya. Film ini memang banyak sekali pesan yang terkandung yang begitu menyindir tentang gaya hidup anak muda sekarang ini. Kita tahu bahwa ambisi yang selalu ada pada diri remaja adalah eksistensi, dan bagaimana cara mendapatnya, apapun asal eksistensi dia diperhatikan.

Anton, ternyata sangat pas sekali dalam memainkan peran itu, sebagai remaja yang membutuhkan eksistensi. Juga adegan ketika dia mabuk karena ritalin patut dipuji, karena akting itu begitu natural dan saya pun terbahak - bahak melihat kekonyolan Anton. Juga ketika Anton di hadapkan peran dari remaja berpikiran anak kecil dan berubah menjadi remaja berpikiran dewasa, kita akan merasakannya di ending filmnya.

Berbicara Robert Downey Jr. Mungkin sudah kodrat dia untuk memerankan orang yang putus asa dan tak ada harapan. Sebagai kepala sekolah yang tidak pernah di anggap oleh muridnya bahkan putrinya sekalipun. Dia dengan lihai memerankan itu. Garis muka dan emosi yang dikeluarkan pasti akan membuat kalian simpati dengan dia.

Mungkin karena selama ini Jon Poll lebih sering menjadi editor di beberapa film, menjadikan film ini pas dengan temponya. Yang saya maksud adalah, Jon dengan lihainya mengedit film ini dengan rapi sehingga tidak begitu terlihat monoton dan akan terasa enak untuk di ikuti film ini. Endingnya pun bagi saya sudah cukup, jika di tambah adegan lagi, akan merusak seni film itu dari awal.

Overal Rating : 7 / 10

Trivia :
- Lagu yang dinyanyikan Charlie Bartlet dengan Pianonya, "If You Want to Sing Out, Sing Out."milik Cat Stevens yang uniknya juga di pakai dalam film Harold and Maude (1971) film yang juga memakai tema anak orang kaya yang bermasalah.

Memorable Quotation:
"Well duh dude, this place sucks. But I just worry that one day we're gonna look back at high school and wish we'd done something different." - Charlie Bartlet